Langsung ke konten utama

Soal Try Out UAS PKN Kelas 5 SMT 1

Quiz Interaktif PKN Kelas 5 - Sumatif Akhir Semester (HOTS)

QUIZ PKN KELAS 5
SUMATIF AKHIR SEMESTER – TEMA HOTS

Pilih jawaban yang paling tepat! Total 25 soal × 4 poin = 100 poin
1. Di kampung sedang debat sengit: mau bikin posko banjir di ujung kampung atau di tengah. Ada yang ngotot, ada yang marah-marah. Cara terbaik sesuai sila ke-4 Pancasila adalah …
2. Saat piket kelas, cuma 4 orang yang mau nyapu. Yang lain asyik main game. Sikap yang paling mencerminkan sila Persatuan Indonesia adalah …
3. Pas bagi-bagi bantuan banjir, panitia mendahulukan keluarga yang rumahnya hanyut total. Ini mencerminkan sila ke- …
4. Dua kelompok di kelas terus bermusuhan karena beda pendapat soal lomba. Saling ejek, tidak mau salaman. Ini melanggar sila ke- …
5. Saat upacara bendera, ada siswa yang malah buka HP dan bikin video TikTok di barisan. Perilaku ini melanggar sila ke- …
6. Rapat OSIS beda pendapat soal dana kegiatan. Cara paling tepat mengambil keputusan adalah …
7. Setelah banjir, warga gotong royong bersihkan rumah tetangga yang paling parah terdampak meski rumah sendiri juga basah. Ini mencerminkan sila ke- …
8. Bu Guru bilang, “Tata tertib kelas kita harus sesuai Pancasila: saling menghormati, jujur, adil.” Fungsi Pancasila di sini adalah …
9. Warga Kampung Melati setelah banjir bilang, “Kita satu keluarga besar, ayo bersihkan kampung bersama!” Pancasila berperan sebagai …
10. Teman sekelas kesulitan membaca, teman-temannya mengajari dengan sabar. Ini pengamalan sila ke- …
11. Guru mengajak seluruh kelas membuat aturan kebersihan bersama setelah banyak yang buang sampah sembarangan. Nilai yang diterapkan adalah …
12. Warga sepakat musik keras dimatikan jam 22.00 karena banyak yang capek kerja seharian. Ini contoh …
13. Dika menemukan dompet isi Rp500.000, akhirnya diserahkan ke sekolah meski tidak ada yang lihat. Dika menaati norma …
14. Rudi tetap berhenti di lampu merah meski sepi dan tidak ada polisi. Rudi menaati norma …
15. Rudi terlambat upacara karena bantu ibu, tapi tetap diizinkan ikut. Guru menghormati hak Rudi untuk …
16. saat membuat keputusan,Ketua kelas selalu memaksakan pendapatnya sendiri. Ini bertentangan dengan nilai …
17. Guru mengadakan diskusi kelas tentang pentingnya kejujuran setelah ada yang pinjam barang tanpa izin. Nilai Pancasila yang diwujudkan adalah …
18. Setiap pagi ada “Doa Bersama Sesuai Agama Masing-Masing” 5 menit. Semua siswa diam khidmat saat agama lain berdoa. Ini menunjukkan norma …
19. Di dalam Kelas dua orang siswa ribut terus, akhirnya guru ajak buat aturan kelas bersama sypaya kelas menjadi tertib. penerapan nilai pancasila yang dilakukan guru adalah…
20. Andi lupa dasi saat upacara Senin, akhirnya cuma boleh nonton dari pinggir. Kewajiban yang tidak dilaksanakan adalah …
21. Saat lomba kebersihan, satu kelas kompak banget membersihkan ruangan. Sikap ini menunjukkan …
22. Budi main bola saat olahraga, selesai langsung kembalikan bola dan rapikan lapangan. Budi sudah menjalankan …
23. Sekolah membuat aturan “Dilarang buang sampah sembarangan di Lingkungan Sekolah”. Tujuan utama aturan ini adalah …
24. Siswa tidak setuju aturan perpustakaan baru, lalu menyampaikan pendapat dengan sopan. Ini contoh …
25. Warga desa dari berbagai suku dan profesi tetap kompak bangun jembatan bersama. Sikap ini mencerminkan nilai …

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PARADIGMA BERPIKIR

Paradigma berpikir adalah kerangka atau pola pikir yang digunakan untuk memahami, menganalisis, dan memecahkan masalah. Paradigma berpikir dapat mempengaruhi cara kita memandang dunia, menginterpretasikan informasi, dan membuat keputusan. Ada beberapa jenis paradigma berpikir, antara lain: 1. Paradigma konvensional: berpikir secara tradisional dan mengikuti aturan yang sudah ada. 2. Paradigma kritis: berpikir secara kritis dan mempertanyakan asumsi yang sudah ada. 3. Paradigma kreatif: berpikir secara kreatif dan mencari solusi baru. 4. Paradigma holistik: berpikir secara holistik dan mempertimbangkan keseluruhan sistem. Dalam memecahkan masalah, paradigma berpikir yang tepat dapat membantu kita: - Mengidentifikasi masalah yang sebenarnya - Menganalisis informasi yang relevan - Mencari solusi yang efektif - Membuat keputusan yang tepat Namun, paradigma berpikir yang tidak tepat dapat menyebabkan kita: - Mengabaikan informasi yang penting - Membuat asumsi yang salah - Mencari solusi yan...

SOAL UAS TRY OUT MTK kelas 5

SOAL TRY OUT UAS SMT I Matematika Kelas 5 SD Quiz Matematika Kelas 5 SD Ayo kerjakan 20 soal berikut ini! 1. KPK dari 6 dan 8 adalah … a. 12 b. 24 c. 48 d. 2 2. FPB dari 24 dan 36 adalah … a. 6 b. 8 c. 12 d. 72 3. KPK dari 12, 18, dan 24 adalah … a. 36 b. 72 c. 48 d. 96 4. 3/4 + 1/2 = … a. 2/4 b. 3/4 c. 5/4 d. 6/4 5. 5/6 − 2/6 = … a. 3/6 b. 7/6 c. 3/12 d. 1 6. 7/8 + 3/4 = … a. 10/12 b. 13/8 c. 1 3/8 d. 4/12 7. 5/9 − 1/3 = … a. 4/9 b. 2/9 c. 6/9 d. 8/9 8. 2/5 + 3/6 = … a. 5/11 b. 27/30 c. 12/35 d. 11/25 9. 3/4 × 8/9 = … a. 24/36 b. 11/13 c. 2/3 d. 1 10. 3/5...

Pengembangan Pembelajaran TPACK

TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) adalah kerangka konseptual yang dikembangkan oleh Punya Mishra dan Matthew J. Koehler pada tahun 2006. TPACK menggabungkan pengetahuan teknologi, pedagogi, dan konten untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Komponen TPACK 1. *Pengetahuan Konten (Content Knowledge)*: pemahaman tentang materi pelajaran. 2. *Pengetahuan Pedagogi (Pedagogical Knowledge)*: pemahaman tentang metode pengajaran. 3. *Pengetahuan Teknologi (Technological Knowledge)*: pemahaman tentang teknologi. 4. *Pengetahuan Konten-Pedagogi (Pedagogical Content Knowledge)*: integrasi pengetahuan konten dan pedagogi. 5. *Pengetahuan Teknologi-Konten (Technological Content Knowledge)*: integrasi pengetahuan teknologi dan konten. 6. *Pengetahuan Teknologi-Pedagogi (Technological Pedagogical Knowledge)*: integrasi pengetahuan teknologi dan pedagogi. 7. *Pengetahuan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge)*: integrasi pengetahuan teknologi, pedagogi, dan konten. Prin...